Desa Nyamuk

Tradisi Peringatan Malam Satu Suro

Malam Satu Suro merupakan salah satu tradisi yang selalu diperingati oleh masyarakat Desa Nyamuk. Satu Suro adalah penanda malam pertama dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah atau kalender Islam. Momen ini juga dikenal sebagai tahun baru Islam dan menjadi waktu yang penuh makna untuk refleksi diri serta doa bersama.

Di Desa Nyamuk, kegiatan peringatan Malam Satu Suro digelar serentak setelah salat Magrib. Seluruh warga berkumpul di tiga mushola yang ada di masing-masing wilayah RT untuk mengikuti rangkaian acara.

Runtutan acara dimulai dengan kehadiran warga ke mushola, dilanjutkan dengan doa-doa bersama untuk keselamatan, kelancaran rezeki, dan harapan kebaikan di tahun yang baru. Setelah doa selesai, dilanjutkan dengan makan bersama yang menjadi puncak acara.

Menu yang dihidangkan pada peringatan Malam Satu Suro pun khas, yaitu bubur kuning sebagai simbol kebahagiaan dan keberkahan. Selain bubur kuning, juga tersedia berbagai jajan tradisional yang dibagikan kepada seluruh warga yang hadir.

Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta menjaga budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Scroll to Top